Cara Pemasangan Screw yang Benar

Cara Pemasangan Screw yang Benar – Screwing Prosess adalah proses melakukan pengencangan screw atau baut dalam produksi perakitan Elektronik. Alat yang berfungsi untuk melakukan proses pengencangan (tighen) dan pengendoran (loosen) tersebut dinamai dengan Screwdriver atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Obeng. Sama halnya dengan Proses Soldering, Proses Screwing juga merupakan proses yang terpenting dalam produksi perakitan Elektronik. Screw juga ditemui di hampir setiap peralatan Elektronik, seperti TV, Radio, Handphone, Komputer, Printer dan lain sebagainya.

Dalam Produksi terdapat 2 Jenis Screwdriver berdasarkan sumber yang menggerakannya yaitu Manual Screwdriver yang digerakkan secara manual atau tenaga manusia dan Electric Screwdriver yang digerakkan oleh listrik.

Terdapat beberapa macam bentuk ujung (bit) Screwdriver berdasarkan lubang Mata Screw yang ingin dikencangkan atau dikendorkan,beberapa diantaranya yang paling sering ditemui adalah bentuk lubang Plus, bentuk lubang Minus, bentuk lubang hexagonal, bentuk lubang Y, bentuk lubang Hexalobular. Untuk lebih jelas mengenai bentuk-bentuk lubang Screw, silakan lihat gambar dibawah ini :

Jenis-jenis Screw (baut)

Dibawah ini adalah jenis-jenis Screw Bit yang dipakai sesuai dengan bentuk Screw-nya.

Jenis-jenis Screw Bit (mata screw)

Dalam Produksi, Standar pengukuran untuk proses Screwing adalah Torgue (Torsi) yaitu memeriksa Tenaga Putaran dari Screwdriver itu sendiri. Ada beberapa satuan pengukuran yang dipakai tergantung pada standar masing-masing perusahaan. Satuan-satuan tersebut antara lain :

  1. N.m (Newton . Meter)
  2. Lbf.in (Pounds . Inch)
  3. Kgf.cm (Kilogram force . centimeter)

 

Proses Memasang Screw (Screwing Process)

Persiapan sebelum memulai proses screwing  dengan memakai Electric Screwdriver :

  1. Pastikan Screwdriver sudah di ON kan.
  2. Periksa Torque (Torsi) screwdriver sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
  3. Periksa Screw bit dalam kondisi yang baik atau tidak rusak (patah atau pecah) dan pasangkan ke Screwdriver.
  4. Pastikan Screw bit memiliki sifat Magnet agar dapat memegang screw dengan baik.
  5. Pastikan komponen atau material yang diperlukan sudah lengkap.

Catatan : Pemeriksaan Torque (Torsi) screwdriver biasanya dilakukan 2 kali sehari atau tergantung standar masing-masing perusahaan).

Memulai Proses Screwing :

  1. Peganglah Scewdriver dengan posisi tegak lurus (90°).
  2. Pasangkanlah Screw di screw bit (screw harus dapat melekat di screw bit). Pastikan ujung screw bit harus masuk ke lubang screw.
  3. Arahkan Screw bit (dan screw) ke lokasi yang dikehendaki dengan posisi tetap tegak lurus (tidak boleh miring ke kiri, miring ke kanan, miring kedepan ataupun miring ke belakang.
  4.  Setalah sampai dipermukaan lokasi yang diinginkan, Tekan tombol Start dengan Jari dan menekan screwdriver itu sendiri.
  5. Screw bit akan memutar dan Screw akan tertanam di daerah yang diinginkan.
  6. Jika Screw tertanam dengan penuh, akan terdengar suara “TEK”.
  7. Tarik atau angkatlah screwdriver dari Screw tersebut.
  8. Periksa kembali kondisi Screw apakah sudah tertanam penuh.
    Kondisi Screw tidak boleh miring dan juga tidak boleh ada celah.

Cara Memegang Screwdriver yang benar (tegak lurus 90°)

Cara Pegang Screwdriver

 

Peralatan-peralatan lain yang berfungsi sebagai pendukung proses Screwing antara lain :

  1. Screwdriver balancer atau vertical Stand yang berfungsi untuk Penggantung Screwdriver.
  2. Screw Feeder atau Screw Dispencer yang berfungsi untuk memberikan screw secara otomastis.
  3. Screw Torque Meter yang berfungsi untuk mengukur Torsi Screwdriver.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*